Archive for the ‘Article’ Category

octopuz

OCTOPUZ

June 10th, 2011 houtskools

Musik Southern/Stoner Metal akhir – akhir telah marak di Indonesia. Salah satu pengusung musik keras itu adalah Octopuz. Band yang berdiri sejak 2008 dan merupakan kongsi dari beberapa veteran scene musik keras Semarang ini telah mengeluarkan E.P pertama mereka yang berjudul “I” tahun 2009 lalu. Beranggotakan Haryo pada vokal, Bruri dan Ableh di gitar, Inu pada Bass dan Asa sebagai penggebuk drum. Mereka menganologikan musik mereka seperti makhluk laut tersebut; lambat, bertenaga, dalam, dan berat. Mereka tidak memungkiri bahwa band Southern/Stoner Metal identik dengan rawa – rawa dan ganja. Simak obrolan lebih lanjut dengan mereka berikut. Awas, mereka siap menancapkan tentakel – tentakel beracunnya di kota – kota anda!
Halo Octopuz!apa kesibukan kalian saat ini?
Bruri : kalau anak – anak sih sibuk pada pekerjaannya masing – masing, kuliah dan formalitas kerja. Kalau saya setiap harinya di studio saja.
Inu : juga merawat anak. Hehe.

Mungkin masih banyak yang belum tahu, bisa diceritakan
bagaimana terbentuknya Octopuz?

Bruri : kita terbentuk pada akhir 2008, dimana saya mempunyai
session project pengin bikin band dimana pada waktu
itu sampai sekarang itu kalau di Semarang yang kelihatan
menggeliat itu scene Metalnya. Jadi saya ada inisiatif memang
itu kayak kepinginan dari dulu bikin band seperti ini dan akhirnya
saya coba menghubungi teman – teman saya yang lama
yang memang kebetulan saat jaman sekolah…

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 3rd ISSUE

Text by: R.Godham W. Perdana

Photo by: Andi Fitriono

DSC_0375

White Shoes & The Couple Company

June 9th, 2011 houtskools

Panggung auditorium Imam Bardjo Universitas Diponegoro malam itu dipenuh sesak oleh kalangan remaja yang sudah menginjak usia tanggung. Dewasa belum,remaja juga sudah kelewat jaman. Malam itu mereka menatap ke panggung besar didepan yang sedang diisi oleh enam orang yang membawakan instrumen masing-masing. Terlihat beberapa penonton mulai mengelap keringat yang bercucuran karena udara yang cukup panas. Tapi di atas panggung Aprilia Apsari sedang menggoyangkan tangannya dan beraksi dengan sangat centil untuk mereka semua yang kepanasan malam itu.
White Shoes & The Couple Company kembali datang ke Semarang untuk yang ketiga kalinya. Mereka memberikan penampilan terbaik mereka dengan
tembang-tembang dari album pertama mereka dengan judul yang sama dari nama band mereka, mini album Skenario Masa Muda, dan album mereka terbaru yang berjudul Vakansi.

Sesaat setelah mereka tampil malam itu,saya berhasil masuk kedalam backstage setelah sebelumnya telah membuat janji dengan manajer mereka Mr. Indra Ameng. Terlihat enam personel dari White Shoes & The Couple Company….

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 3rd ISSUE

Text by: Ramadhan Triwijanarko

Photo by: Andi Fitriono

DSC_0452

Hari Djoko Susanto

June 7th, 2011 houtskools

Disaat seperti ini dimana rilisan fisik sudah mulai jauh ditinggalkan dan diganti dengan rilisan yang lebih simpel dan praktis yakni rilisan digital. Maka praktis hanya tinggal segelintir orang yang masih berburu rilisan-rilisan fisik dari band-band nasional era lampau. Dari segelintir orang itu salah satunya

berasal dari Kota Semarang ini. Pria berbadan gempal dengan kumis yang lebat itu bernama Hari Djoko Santoso. Dia adalah kolektor pi- ringan hitam,kaset,cd,video dalam bentuk BETA dan VHS,serta majalah-majalah kuno dan ia pun masih aktif dalam bermusik yang dia akui sebagai jalur hidupnya.

Ketika ditemui ditempat kerjanya di gedung Dispenda Jawa Tengah Mas Djoko sedang asik duduk atau tepatnya berselonjoran disebuah sofa dekat dengan meja resepsionis. Begitu satpam memberitahu bahwa tim Houtskools sudah datang terlihat dia sedikit melompat dari sofa tersebut. Dengan ramah ia menjabat tangan kami semua. Segera ia membawa kami semua ke ruang kerjanya. Begitu berada di lift Mas Djoko sudah dengan antusias bercerita tentang koleksinya dan beberapa mahasiswa yang meminta bantuannya
dalam penyelesaian skripsi mengenai sejarah musik rock Indonesia era 70an dan tentang Titiek Puspa.

Suasana sejuk pun langsung dapat dirasakan begitu menginjakan kaki disebuah ruangan berbentuk huruf ‘L’ dilantai 4 gedung Dispenda Jawa Tengah. Meja kerja dari Mas Djoko…

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 3rd ISSUE

Text by: Ramadhan Triwijanarko

Photo by: Andi Fitriono


AUMAN

((AUMAN))

June 3rd, 2011 houtskools

Apabila teman teman Houtskools sedang berwisata ke gugusan pulau Sumatera, khususnya Palembang, sudah pasti yang terpikirkan adalah memburu wisata kuliner nan marabahaya disana. Siapa yang tidak pernah merasakan nikmatnya pempek palembang ? hampir seluruh masyarakat Indonesia dirasa sudah pernah. Tapi kali ini Houtskools tidak akan membahas tentang kuliner Palembang lebih jauh lagi, melainkan salah satu band dengan potensi emas dari Sumatera Selatan. ((AUMAN)) adalah salah satu band rock/heavy yang berasalah dari ranah Sumatera.Ingin tahu lebih lanjut tentang ((AUMAN)) dan scene musik di Palembang ? Baca lebih lengkapnya dengan wawancara Houtskools bersama Rian Pelor sang vokalis ((AUMAN)) dan Dagger Stab.

Halo Pelor, kami mau tanya tanya tentang ((AUMAN)) sedikit, bersediakah ?
Pastinya boleh! Thanx untuk support dan kehormatan yang lo berikan dengan interview ini. Yang pasti saya mewakili ((AUMAN)) untuk menjawab rentet pertanyaan yang kamu ajukan sodraku.
Seperti yang kita semua tahu, dulu kamu menjadi pengisi suara terdepan di Dagger Stab. Lalu, sekarang anda gabung ke ((AUMAN)), bisa ceritakan
bagaimana terbentuknya ?
Dalam konteks Dagger Stab sebenarnya tidak ada istilah dulu karena sekarang pun saya masih tercatat sebagai vokalis hanya bandnya sedang hiatus, but weíre still alive! Dalam hal ((AUMAN)) masing-masing kolaboratornya juga punya band yg aktif dan bisa dibilang garda depan skena musik alternatif Palembang. Aulia Effendy (drums) & Erwin Wijaya (gitar) aktif di GREY,
Ahmad Ruliansyah (gitar) di DELIRIUM dan Zarbin Sulaiman (bass) di RONGSOKAN. Inisiatif membentuk band ini muncul Februari-Maret 2010 dari Zarbin ketika kepulangan saya ke tanah darah, Palembang. Awalnya hendak memainkan musik ala The Locust tapi dari jamming pertama kreasi musikal yg lahir malah kearah heavy rock hahaha tanpa pretensi tanpa
inisiasi. Nama ((AUMAN)) sendiri muncul dari ide gua sebagai penghormatan pada Harimau Sumatera yg semakin tersingkir dari singgasananya, yang juga
menegaskan musik ((AUMAN)) energi liar kasar punk dengan heavy rock yang maskulin nan elegan sebagai amunisi yang terinspirasi keindahan, keanggunan dan kegagahan sang Raja Rimba yg populasinya semakin
menurun..fakta yang menyedihkan.

Kalau untuk urusan album dari ((AUMAN)) sendiri, bagaimana perkembangannya sampai saat ini ?

Sementara sudah terekam lima lagu yang rencananya hendak dirilis dalam bentuk mini album, tapi setelah dipertimbangkan akhirnya para kolaborator ((AUMAN)) memutuskan untuk merilis mini album berisi sebelas lagu yang bila tidak ada halangan akan dirilis akhir tahun ini. Proses rekaman sisa enam lagu akan dimulai awal Juni ini. Oya, sebuah lagu berjudul City of Ghosts mudah-mudahan akan dirilis dalam sebuah abum kompilasi yg akan dirilis sebuah label indie di….

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 3rd ISSUE

Text By Yulio Abdul Syafik
Photo by Doc


mayo

Mayo Ramandho

June 3rd, 2011 houtskools

Kebanyakan dari orang-orang saat ini mendengarkan musik melalui perangkat digital. Hanphone atau ipod. Namun sebuah musibah datang kepada seorang Mayo Ramandho ketika harddisk PC-nya rusak dan semua koleksi lagu digitalnya hilang. Musibah itu membuat dirinya menjauhi mendengarkan musik melalui perangkat digital dan kembali ke bentuk awal, mendengarkan piringan hitam.

Mayo Ramandho, founder dari Monka Magic Vinyl yang berada dikawasan Kemang ini menceritakan sedikit pendapatnya tentang piringan hitam,Sgt.
Peppers Lonely Hearts,dan kisahnya membawa 1500 PH yang tidak ia tahu siapa artisnya. Sebelumnya ia memberikan testimonial tentang kesediannya diwawancara tentang piringan hitam oleh Houtskools.

“Halo, sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada Houtskools yang sudah memberikan saya kesempatan untuk menjawab2 pertanyaan untuk para pembaca Houtskools, dan saya sangat senang sekali karena Houtskools tertarik untuk membahas Piringan Hitam, dengan menjawab pertanyaan yang di berikan di bawah ini saya harap dapat berguna untuk para pembaca Houtskools. “

Sejak Kapan memulai Mayo koleksi piringan hitam?
Sebenarnya untuk PH sendiri gw baru memulai koleksi pada tahun 2007, dimana pada awalnya gw lebih banyak mengkoleksi kaset dan cd, dimulai
dari semenjak SD gw sering bgt menyempatkan untuk melihat2 dan membeli kaset atau cd di toko musik favourite gw, dimana memang kecintaan gw
terhadap musik tidak pernah puas untuk mendengarkan artist baru dan berbagai genre musik dimana pada saat itu gw lebih tertarik untuk mendengarkan artist luar negeri dari pada dalam negeri, mungkin karena orang tua juga jarang yang mendengarkan lagu dalam negeri hehee. ketertarikan akan piringan hitam dimulai ketika gw sudah agak mengurangi
membeli rilisan dalam bentuk fisik, yang tak lain pada masa kejayaan internet pada tahun 2000 yang sangat cepat dalam mencari artist baru. Yang
pada puncak nya pada tahun 2003 gw lebih aktif di dalam forum dan blog musik di internet….

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 3rd ISSUE

Text by: Ramadhan Triwijanarko

Photo by: doc.

tamankb

Taman KB Bersuara

May 30th, 2011 houtskools

Sabtu malam, tanggal 28 Mei kemarin terjadi sebuah perhelatan yang menarik warga Semarang yang bermalamminggu di kawasan Taman Menteri Supeno atau akrab disebut Taman KB. Gig yang bertajuk “TAMAN KB BERSUARA” ini berhasil menyedot atensi para warga Semarang yang kebetulan berada di Taman KB maupun yang memang sengaja hadir untuk menyaksikan acara tersebut. Acara ini diadakan oleh MusicSemarang yang bekerja – sama dengan Girez Records dan Dewan Kesenian Semarang. Music Semarang sendiri, seperti yang dikutip dari press release, adalah sebuah portal informasi di Twitter (@MusicSemarang)yang berusaha untuk mengangkat potensi – potensi lokal dan pergerakan musik lokal yang ada dikota Semarang dan sekitarnya. Houtskools datang jam 7 yang ternyata acara belum mulai, masih terjadi checksound.

Namun cukup menandakanbagi para masyarakat yang berlalu lalang disitu bahwa akan terjadi sebuah hiburan gratis diakhir pekan di taman kota tersebut. Acara dibuka jam 8 oleh MC yang mempersilahkan Story Of Billyuntuk memulai bersuaranya Taman KB malam itu, walau dengan sound system yang masih kurang enakdidengar . Lalu dilanjutkan dengan Living Dolls, salah satu dari 3 band yang terpilih melalui voting di twitter Music Semarang untuk bermain pada malam itu, bersama dengan The Jaka dan Beverage. Disambungdengan Giga Of Spirit yang mendapat atensi dari massa. Lalu HAM memanaskan malam itu dengan Rockn Roll nya. Beverage melanjutkan dengan musik Pop yang menghangatkan ampitheatre Taman KB. The Jaka dan 90% Off memarakkan kembali acara tersebut dan OK Karaoke didapuk menjadi penutup acara tersebut dengan penampilan yang prima dan atraktif dengan lagu – lagu baru mereka yang akan terdapatdi album baru mereka yang sedang dalam proses rekaman.

Salah satu hal yang menarik pada acara Taman KB Bersuara tersebut adalah penonton yang tidak hanya didominasi oleh anak muda saja, tetapi banyak juga orang tua dan keluarga beserta anak – anaknya yangmasih kecil yang kebetulan sedang berakhir pekan di Taman KB. Mereka cukup mengapresiasi band –band lokal Semarang yang perform pada malam itu. Semoga acara seperti ini terus berlangsung denganperformer yang lebih inovatif. Aplaus buat Music Semarang, Girez Records dan Dewan Kesenian Semarang.Mari kembalikan fungsi Taman Kota sebagaimana mestinya.

Text By: R. Godham W. Perdana

Photo by: Yoga Satria Aji

5773135201_fb566e981d_z

Secret Gigs The S.I.G.I.T

May 30th, 2011 houtskools

Sabtu tanggal 28 Mei 2011, ketika jam menunjukan pukul sekitar pukul 18.45 WIB, sebuah gudang PLN di kawasan Pulomas (Jakarta) mendadak riuh. Para pemuja musik rock yang sengaja menyempatkan diri melipir ke tempat ini, terlihat sudah tidak sabar untuk menyaksikan secret show dari band rock papan atas masa kini, The Super Insurgent Group Of Intemperance Talent, atau yang lebih dikenal dengan sebutan The S.I.G.I.T. Secret show ini dibuat oleh para Insurgent Army (fans The S.I.G.I.T) dalam rangka ulang tahun mereka. Dengan tagline “dari kami, untuk kami, oleh kami, dengan band kesukaan kami” sukses dihadiri oleh sekitar kurang lebih 100 penonton. Acara ini terbilang cukup sukses, karena publikasi dari acara ini juga terbilang tidak terlalu gembar gembor demi menjada orisinalitas dari secret show itu sendiri. Dan pemilihan venue di gudang bekas PLN menjadi point yang luar biasa kali ini.

Saviours, band asal Jogja membuka acara sekitar pukul 19.00. Band asal Jogja ini membawakan nomor wahid dari Led Zeppelin “Rock n Roll”. It’s Over dan Bertahan Untuk Menang tak lupa jua mereka bawakan demi ajang promosi. Tak lama kemudian, ada The Bibbles band yang mengusung aliran rock ini terlihat unik, karena para personil mereka terdiri dari 4 orang yang masih duduk di bangku kelas 1 sma. MF From Hell dari The Datsuns dan Joker And Thief dari Wolfmother sukses mereka gasak habis, demikian pula dengan That’s Rock yang merupakan single dari band ini. The Karaokes dinobatkan sebagai penampil terakhir, I’ve Got Johnny In My Head dari Teenage Death Star mereka bawakan. Penonton yang mulai terlihat agak bosan karena The S.I.G.I.T yang mereka tunggu tak kunjung muncul juga, banyak dari mereka yang duduk duduk ketika The Karaokes tampil. Tak lama mereka turun, 2 orang mc mengambil alih panggung. Sekitar 15 menit bercuap cuap diatas, merekapun mempersilahkan The S.I.G.I.T untuk unjuk gigi. Penonton kembali terlihat merapat ke bibir panggung dan teriakan histeris pun mulai menggema seisi venue.

Tanpa basa basi The S.I.G.I.T menggeber penonton dengan jejeran irama rock andalan mereka, Up And Down, Clove Doper, Let It Go, Horse, dan New Generation mereka hajar habis tanpa henti di 30 menit pertama show mereka kali ini. Rekti mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada semua pihak yang terkait untuk secret show mereka kali ini. Pidato singkat dari Rekti langsung disambut lagu baru mereka, AM Feeling.
Only Love Can Break Your Heart dari Neil Young sukses membuat para penonton ber sing a long ria. Live In New York, Provocateur, Midnigt Mosque, sampai All The Time benar benar mereka bawakan untuk sedikit menurunkan tempo setelah diawal mereka sukses membuat venue bergetar. Setelah dirasa cukup, The S.I.G.I.T sesegera mungkin membuat penonton kembali menjadi berenergi lewat lagu The Party, Satan State, dan Black Summer.

Seakan menjaga ritme yang sedang naik dan onfire, aksi The S.I.G.I.T makin menggila ketika memasuki barisan maut macam Alright, No Hook, dan Bhang. Penonton juga dimanjakan menjelang akhir konser, karena YHWH yang berasal dari mini album Hertz Dyslexia Part II mereka bawakan juga. Secret show kali ini mereka tutup dengan hits andalan mereka, Money Making dan Black Amplifier. Para penonton terlihat sangat puas dan menikmati, terhitung 21 lagu The S.I.G.I.T mempersembahkan untuk para Insurgent pada malam itu.

text by : Yulio Abdul Syafik

photo by : Faris Hadiyan

sal Interview

Something About Lola

May 18th, 2011 houtskools

Something About Lola is back! ya, kabarnya band yang digawangi oleh Combot (vocal), Rossy (guitar), Een (guitar), Brintik (Bass), Tommy (drum), dan Rico (Keys/Synth), ini sedang dalam proses rekaman album baru. Mari simak obrolan HOUTSKOOLS dengan band yang kerap disapa SAL soal proses rekaman album baru mereka, cerita tentang gabungnya Rico ke SAL, bagaimana mereka bisa main di event Java Rocking Land kemarin, Yestourday, gig paling berkesan unuk mereka dan penggemar Rolling Stones yang mabuk. Watch out this finest Pop Punk’s act in Atlas City!

Apa kabar SAL?lagi sibuk apa nih?

Rossy : Halo. Kita lagi sibuk bikin album.

Bisa diceritakan progress terbaru SAL?

Brintik: Alhamdulilah kita lagi bikin full album ya, lagi ngumpulin materi, rekaman.

Sekarang kan SAL berenam, bisa diceritakan bagaimana Rico bergabung?

Rossy : pengin nyari suara keyboard sih, suara akustik dari keyboard. Kemudian pengin nambah satu personil lagi. Kebetulan kita disini tidak begitu menguasai instrument tersebut.

Bisa kasih bocoran bagaimana proses rekaman dan konsep album baru ini?

Rossy : kalau lagunya sih mungkin bakalan lebih kenceng, fokus ke lirik. Beda sama yang Man Love kan dulu bikinnya waktu SMA, kalau sekarang mungkin usia juga mempengaruhi, lirik, musik, influence juga tambah banyak. Mungkin musiknya bakal lebih ‘kaya’ daripada yang kemarin. Konsepnya, jadi album ini masih nyambung ama EP yang kemarin, Man Love Avenue dan Red Town, terus yang ketiga ini rencana judulnya Your Evolution, jadi masih satu konsep, kayak trilogi gitu. Jadi lagu – lagu yang ada di Man Love dan Red Town kemungkinan bakal masuk album ini, tapi cuma beberapa, plus lagu baru. Jadi gak full album sebenarnya. Mungkin setelah album ini kelar, baru kita bikin full album yang bener – bener ‘full album’.

Apa yang sering kalian dengarkan saat proses rekaman?

Rossy : Coldplay, Panic! At The Disco.

Een : Panic! At The Disco sama Weezer yang album baru.

Combot: Rocket Summer sama….

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 2nd ISSUE

DSC_0046

Suryo Triono

May 18th, 2011 houtskools

Selain menjadi trend anak muda, bersepeda juga menjadi sebuah gaya hidup dan kebiasaan bagi para pekerja kantoran. Karena padatnya lalu lintas dan juga sebagai tanggung jawab sosial untuk mengurangi polusi. sekelompok pekerja membentuk sebuah Komunitas Bike To Work. sebuah komunitas yang berisi para pekerja yang menggunakan sepeda ketempat kerja masing-masing. Sore itu di sebuah Taman Kota, Houtskools berkesempatan mewawancarai Surya Triono. salah satu founder Bike To Work dan beberapa komunitas lainnya di Kota Semarang ini. bagaimana dia menjelaskan tentang Bike To Work,Pemerintah,dan jalur sepeda. Selamat sore Mas Tri bagaimana kabarnya saat ini? Ia, selamat sore. Saat ini ya kaya gini lah Lagi sibuk apa aja nih sehari-hari? Sehari-hari saya sibuk bekerja di kantor saya sebuah instansi asuransi swasta dan bersepeda tentunya. Masih aktif bersepeda ya Mas? Masih..(sambil tertawa) Sekarang ini Mas Tri aktif dikomunitas apa saja? Saya ada di komunitas Bike To Work Semarang,kebetulan dipercaya sebagai ketua umum. Saat ini Bike To Work Semarang sudah ada empat tahun kita berkarya di Semarang untuk memperjuangkan jalur bersepeda dan ajakan untuk bersepeda di Semarang. Bisa diceritakan sedikit Mas tentang berdirinya Bike To Work Semarang awal mulanya? Kalau di Semarang diawali dengan adanya kontak oleh Om Firman dari Udinus selama setahun terus ada dari saya dan beberapa temen waktu itu ada lima orang, membentuk kepengurusan Bike To Work Semarang. Mulai tahun 2008 waktu itu ya kita mulai membikin kepengurusan,buat website,dan berkampanye mengkampanyekan Bike To Work Semarang. Sampai sekarang ya Alhamdulillah,,,, FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 2nd ISSUE

4801392304_75b8dd681d_b

Gigantor

May 18th, 2011 houtskools

Hingan bingar musik underground tanah air seakan menjadi lebih variatif dengan datangnya salah satu band yang mengusung aliran thrash metal ini, Gigantor. Band yang terbentuk sekitar pertengahan mei 2006 ini seakan menjadi pilihan baru untuk para penikmat musik cadas tanah air. Album Gigantor! We Were Choosen to Destroy juga terbilang sukses dipasaran. Gigantor juga cukup sering meramaikan pentas metal tanah air. Mulai dari event seperti Java Rockinland, Metal Untuk Semua, Thrash Attack, sampai beberapa acara tribute pernah dijamah oleh Gigantor.

Tapi  sekarang Rizky si pengisi suara vokal di Gigantor sedang melanjutkan kuliahnya di negara kangguru. Bagaimana kelanjutan dari Gigantor itu sendiri ? Tertarik untuk mengetahui tentang Gigantor lebih lanjut ? www.houtskools.com mendapat wawancara eksklusif, singkat, dan terbilang cukup padat bersama Irfan sang penggebuk drum. Berikut obrolannya.

Halo, menyita waktu sebentar nih. Berbincang sedikit tentang Gigantor bisa ya ?

Hey, gapapa kok. Selama gw bisa, ya ayo aja kita ngobrol ngobrol. Banyak juga boleh lah.

Hahaha, oke. Bagaimana kisah panjang dari Gigantor dan akhirnya bisa sampai terbentuk ?

Gigantor, awalnya terbentuk saat gw dan Rizky masuk kuliah, dan merealisasikan mimpi semasa kecil. Yaitu, bikin band dengan influence band-band yang kami idolakan. Gw narik Barata sebagai bassis dari band SMA, Rizki narik Dipo sebagai gitaris dari band SMA nya. Dan kami mulai membawaka…

FOR MORE INFO DOWNLOAD OUR PDF on 2nd ISSUE

http://houtskools.com/?cat=1